irenacenter.com

irenacenter.com

Jumat, 12 September 2014

Undangan Seminar Bersama Ummi Irena





Hadirilah !

SEMINAR dan BEDAH BUKU
Mata Air Syahadat untuk Negeriku

Narasumber :

HJ. IRENA HANDONO
USTADZ QOMARUDDIN AWWAM, MA


Ahad, 14 September 2014
Pukul 09.00 - 12.00 WIB
Masjid Jami' Bintaro Jaya Sektor 1


GRATIS .. !

Senin, 01 September 2014

Silaturrahim Jamaah Majlis Taklim Quddus (Malaysia-Singapore)


Ponpes Muallafah Irena Center


Siang tadi, ummi Irena Handono menerima kunjungan dari Jamaah Majlis Taklim Quddus (Malaysia-Singapore) di Ponpes Muallafah Irena Center, Sentul, Bogor.

Rabu, 27 Agustus 2014

"12 Days Exploring the Islamic Caliphate...SPAIN (ANDALUSIA), MORROCO, TUNIS...with Hj. IRENA HANDONO *** 08 October - 19 October 2014"

Hari ke 3 Madrid – Cordoba (Breakfast, Lunch, Dinner )
10 Oktober 2014 (Jum'at)




Setelah makan pagi, anda akan melanjutkan perjalanan menuju kota Khalifah Cordoba sambil melewati The Old Islamic Moorish City La Judeira dengan jalanan yang berbatu, khasdari Abad Pertengahan. Mengunjungi Mezquita de Cordoba yang dibangun oleh Abdul Rahman I yang kemudian terus diperluas oleh penerusnya. Kemudian kita akan menuju Madinat Azahra sambil melewati Jewish Quarters, The Ruins of Medina Azahra, Islamic Moorish Bridge of Musa bin Maimum, Islamic Bridge Tower Torre la Calahorradan Traditional Islamic Museum La Casa Andalusia sambil menikmati pemandangan indah sekitarnya.










Daftarlah segera!!! 

Let's Visit 3 Country for ONLY USD 3.550


More Information:

"Irena Center" - 0812 82 699 030 (Anna.T)
- 0815 133 467 64 (Irena.H)
Pin BBM: 7EE503FF
email: anna.triana12@yahoo.de


Selasa, 26 Agustus 2014

Hj Irena Handono : Pahami Sulitnya Menjadi Muallaf



Setelah menjadi muallaf beberapa tahun lalu, Hj Irena Handono, semakin aktif dalam bidang dakwah. Tak hanya itu, dia pun tergerak untuk mencurahkan perhatiannya pada pembinaan muallaf.
 Hj Irena pun paham betul seluk beluk dalam pembinaan agar hasilnya lebih efektif. Menurutnya, agar pembinaan dapat berjalan dengan baik, para pembina terlebih dulu harus mengenali dengan baik masa lalu atau dunia awal para muallaf.

”Yang paling dibutuhkan untuk pembinaan dan pembelajaran bagi muallaf, kita harus ingat karena berasal dari rumpun yang berbeda, minimal para pembina harus faham tentang dunia mereka yang lama,” tandas pimpinan Irena Handono Center ini.


Kepada Damanhuri Zuhri dari Republika belum lama ini, Hj Irena memaparkan secara panjang lebar seputar upaya pembinaan muallaf, kondisinya kini, kendala dan bagaimana seharusnya umat memberikan kepedulian. Berikut petikan wawancaranya:

Bisa dijelaskan, langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam rangka membina para muallaf?
Ketika kita berhadapan dengan persoalan muallaf dan kemudian menukik kepada pembinaan muallaf, kita harus faham dulu siapa yang dimaksudkan muallaf ini. Setelah kita faham barulah kita akan mampu melaksanakan suatu pembinaan.
Muallaf adalah mereka yang baru masuk Islam. Dalam arti kata mereka ini orang yang masih mempelajari Islam. Intisarinya, para muallaf berasal dari akidah yang berbeda dengan Islam. Sehingga ketika dia menyatakan diri menjadi Islam dengan ditandai mengucapkan dua kalimat syahadat, itulah awal hidupnya sebagai Islam.
Masalahnya, meniti hidup secara Islami ini yang bagaimana. Karena dia berangkat dari akidah yang bukan Islam, yang berbeda dengan Islam, sementara innaddina indallahil islam, agama yang mendapatkan ridha Allah hanya Islam, maka di sinilah belajar itu diperlukan.

Bagaimana metode balajarnya?
Macam-macam bentuknya. Tetapi yang penting, yang paling dibutuhkan untuk pembinaan atau pembelajaran bagi muallaf, kita harus ingat karena berasal dari rumpun yang berbeda, minimal para pembina ini harus faham tentang dunia mereka yang lama.
Bagi saya ini suatu kemutlakan karena kalau kita tidak mengenal atau tidak mengetahui bagaimana dunia mereka yang lama, maka kita menjadi tidak memahami atau memperlakukan dia sama dengan memperlakukan diri kita sendiri yang memang terlahir sebagai Islam.
Maka akan banyak muncul suatu benturan kecil atau besar yang sering kali karena si muallaf nantinya merasa, ”Saya kok nggak difahami?” ”Kenapa kok begini?” ”Kenapa kok begitu?”. Nah ini modal pembinaan, harus mengetahui, harus faham dunia awal si muallaf itu sendiri.

Materi apa yang paling dibutuhkan seorang muallaf?
Kembali lagi, kalau kita berbicara tentang sebuah agama, semua penganut agama di dunia ini menyatakan dirinya sebagai agamanya sebagai agama yang mutlak dan benar-benar dan benar. Kita berbicara dengan orang Kristen. Orang Kristen pun menyatakan seperti itu, juga orang Hindu, Budha dan lainnya.
Artinya, ketika seorang muallaf sudah menetapkan diri dengan keyakinan bahwa Islam agama yang haq, maka dia dibimbing untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Jadi, berarti proses, dan proses ini perlu diperkuat terus. Dikaji sampai benar-benar melekat dan menjadi penghayatan hidupnya.
Misalnya kita kembali pada zaman Rasulullah SAW, jujur saja semua sahabat itu muallaf. Benar nggak? Tapi permasalahannya bagaimana para sahabat Rasulullah SAW mempunyai keimanan yang demikian tegak, tak tergoyahkan seperti sahabat Bilal bin Rabah.
Nah, apa yang Rasulullah SAW tanamkan kepada Bilal dan juga para sahabat? Jawabannya adalah penanaman akidah tauhid. Tauhid itu kalau sudah tertancap luar biasa nggak bisa digoyang apapun.

Dari pengalaman selama ini, bagaimana  pembinaan kepada mereka, apakah sudah yang seperti diharapkan seperti yang dilakukan Rasulullah SAW kepada Bilal dan sahabat?
Saya berbicara dalam kaitan optimalisasi. Sesuai dengan tuntutan agama  bahwa ayat Allah dan hadis menyatakan bahwa kita harus selalu berevolusi dari hari ke hari. Jadikanlah hari ini lebih baik dari pada kemarin. Kalau saat ini bagaimana pembinaan muallaf, saya yakin bahwa apa yang sudah dilakukan oleh para pembina, tentu itu yang terbaik.

Jumat, 22 Agustus 2014

12 Days Exploring the Islamic Caliphate : SPAIN (ANDALUSIA), MORROCO, TUNIS, with Hj. IRENA HANDONO *** 08 October - 19 October 2014



12 Days Exploring the Islamic Caliphate...
SPAIN (ANDALUSIA), MORROCO, TUNIS
With Hj. IRENA HANDONO
08 October - 19 October 2014



Cordoba, The Real City of Lights.




Kemajuan Kota Cordoba di abad 10 M melebihi kota-kota lain yang ada di Eropa. Kota ini menjadi tempat perhatian dunia dan sesuatu yang mengagumkan, sama halnya dengan Kota Venesia di Balkan. Para turis yang datang dari Utara merasakan kekhusyukan dan kewibawaan kota yang memiliki tujuh puluh perpustakaan dan sembilan ratus pemandian umum ini.

Ketika para pemimpin Kota Lyon, Nevar, dan Barcelona membutuhkan ahli bedah, insinyur, arsitek bangunan, penjahit pakaian atau ahli musik, maka mereka langsung menuju ke Kota Cordoba. Inilah kesaksian orang Barat, J. Brand Trend, terhadap Kota Cordoba pada abad keempat Hijriyah (sepuluh Masehi).

Sebagai perpanjangan dari peradaban Islam, baik dari segi ilmu, nilai, dan keagungan, muncullah sang bintang, Kota Cordoba, yang menjadi saksi bisu atas pencapaian peradaban kaum muslimin dan kemuliaan Islam pada saat itu, yaitu pada pertengahan abad keempat Hijriyah atau sepuluh Masehi ketika bangsa Eropa dalam kegelapan.



Cordoba adalah suatu nama yang senantiasa memiliki alunan nada yang khusus di telinga setiap orang Eropa yang mempercayai kebangkitan dan peradaban kemanusiaan. Al-Muqri mengatakan bahwa sebagian ulama Andalusia mengatakan, Cordoba menjadi terdepan karena empat alasan. Pertama, jembatan al-Wadi, kedua Masjid Jami’, ketiga, az-Zahra dan yang keempat ilmu pengetahuan. Yang akhir paling besar secara keseluruhan (Nafh ath-Thayyib Min Ghusn al-Andalus ar-Rathib, 1/53).

Pada masa Abdurrahman an-Nashir, khalifah pertama Umayyah di Andalusia, kemudian putranya al-Hakam al-Mustanshir, Kota Cordoba mencapai puncak kemajuan dan masa keemasannya. Apalagi kota ini dijadikan sebagai ibu kota Daulah Umayyah II dan tempat istana kekhalifahan di dunia Barat.
Pada masa ini, Cordoba juga dijadikan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan peradaban dunia sehingga menyaingi Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium di benua Eropa, Kota Baghdad ibu kota Daulah Abbasiyah di Timur, Kota Kairawan dan Kairo di Afrika, sehingga orang-orang Eropa menyebut Cordoba dengan “Mutiara Dunia”.

Perhatian Dinasti Umayyah terhadap Kota Cordoba mencakup beberapa sisi kehidupan, seperti: pertanian, perindustrian, pembangunan benteng-benteng, pembuatan senjata, dan lain sebagainya. Mereka juga membuat aliran-aliran air dan mengimpor berbagai macam pohon dan tanaman buah untuk di tanam di kota ini.
Sumber: Madza Qaddamal Muslimuna lil ‘Alam Ishamatu al-Muslimin fi al-Hadharah al-Insaniyah oleh Raghib as-Sirjani






****Daftarlah segera!!! Let's Visit 3 Country 
for ONLY USD 3.550 ****

 

More information:
"Irena Center" - 0812 82 699 030 (Anna.T)
- 0815 133 467 64 (Irena.H)
Pin BBM: 7EE503FF
email: anna.triana12@yahoo.de

Kamis, 21 Agustus 2014

Tabligh akbar bersama Hj. Irena Handono di Masjid Raudhatul Jannah, Takengon

Umi mengisi tabligh akbar di Masjid Raudhatul Jannah, Takengon, 25 Januari 2014. Alhamdulillah dihadiri Bupati dan pejabat setempat. Semoga mereka menyimak baik-baik tausiyah Umi. InsyaAllah.






Rangkaian Tabligh Akbar di Temanggung

Rangkaian Tabligh Akbar Hj. Irena Handono di Temanggung, Januari 2014