irenacenter.com

irenacenter.com

Sabtu, 20 Desember 2014

Pengajian Umum Bersama Hj. Irena Handono di Jepara


HADIRILAH !

PENGAJIAN UMUM BERSAMA
HJ. IRENA HANDONO

Senin, 29 Desember 2014
Pukul 13.00 WIB
Bertempat di Gedung Haji, Jepara

  

Kamis, 11 Desember 2014

Bolehkah Mengucapkan Selamat Natal?

Di bulan Desember ini seperti tahun-tahun sebelumnya dan sepanjang tahun, selalu muncul pertanyaan yang ditujukan kepada saya, tentang boleh tidaknya mengucapkan 'Selamat Natal'. Jawaban saya cukup singkat: TIDAK!

Sebagian memberikan alasan bahwa mereka masih terikat pada pekerjaan yang dalam posisi sulit mengelak untuk mengucap 'Selamat Natal' pada relasi, customer, bos, atau atasan. Sebagian yang lain beralasan karena untuk menjaga hubungan baik, kekerabatan, kekeluargaan dengan saudara, ipar, orang tua, mertua ataupun tetangga.


Bahkan ada yang berdalih, rekan kerja suaminya, tetangga atau kerabatnya yang beragama Kristen, selalu hadir saat Idul Fitri, memberikan selamat dan bahkan ikut meramaikan perayaan Idhul Fitri di rumah. Maka, 'tidak enak' rasanya kalau harus cuek kala mereka sedang merayakan Natal. Dan seringkali 'toleransi' dijadikan dalih untuk menempatkan Muslim pada posisi sulit sehingga terjebak untuk berpartisipasi dalam kegiatan Natal.

Dan jawaban saya tetap tidak pernah berubah, cukup singkat, TIDAK BOLEH!. Apapun alasan, kita tidak boleh mengucapkan 'Selamat Natal' dalam apapun kondisinya.

Kali ini kita tidak membahas tentang Natal dari sudut sejarah. Karena insyaAllah kita sudah mengetahui semua, bagaimana sejarah Natal dan pengaruh budaya pagan Romawi yang kental mewarnai ritual 25 Desember ini. Namun kita akan membahas Natal dari sisi ibadah dan dampaknya pada aqidah.

Hakekat Natal

Natal adalah sebuah peringatan terhadap lahirnya Yesus (Isa as) sebagai Tuhan. Apakah benar Yesus dilahirkan pada 25 Desember? Tidak juga. Alquran menginfor-masikan bahwa Isa as lahir saat pohon kurma sedang berbuah lebat hingga buah-buahnya jatuh berguguran. Dan ini mustahil terjadi pada bulan Desember.

Namun yang penting ditekankan disini bahwa Natal adalah peringatan terhadap hari lahirnya/hadirnya Yesus sebagai Tuhan. Yang perlu digarisbawahi adalah kalimat, 'Yesus sebagai Tuhan'. Sehingga, peringatan Natal ini sesungguhnya adalah sebuah ibadah. Sebuah ibadah inti dalam agama Kristen. Karena tanpa peringatan 25 Desember (lahirnya Tuhan) maka eksistensi agama Kristen pun tidak ada.

Natal adalah ibadah yang masuk dalam wilayah aqidah. Karena di sinilah mula eksistensi ketuhanan agama lain (Kristen). Natal adalah salah satu inti iman Kristen.

Idul Fitri

Berbeda dengan Natal. Idhul Fitri adalah sebuah perayaan Muslim setelah melakukan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Idul Fitri diisi dengan acara silaturahim, maaf memaafkan antara keluarga, tetangga, kerabat dekat maupun jauh, relasi di kantor, dsb. Perayaan ini memasuki wilayah hablu-minannas.

Konsistensi Menjaga Aqidah

Ketika seorang Kristen datang pada saat Idul Fitri dan mengucapkan selamat Idul fitri atau bahan ikutan mengucap 'mohon maaf lahir bathin', sesungguhnya tidak ada pelanggaran aqidah/iman yang dilakukan oleh orang Kristen tersebut terhadap agamanya. Mereka sangat menyadari hal ini. Jadi jangan heran ketika mereka sangat antusias ikut serta dalam perayaan Idhul Fitri. Karena tidak ada pelanggaran apapun dalam iman mereka. Tapi justru ini menjadi pintu masuk untuk menunjukkan bahwa mereka sangat toleran terhadap umat Islam dan secara tidak langsung juga menuntut agar umat Islampun toleran terhadap mereka dan agar Muslim tidak menolak ketika mereka mengajak untuk berpartisipasi dalam Natal. Ini tidak fair!

Tapi coba perhatikan, adakah mereka mau mengucapkan selamat kita Muslim merayakan Idhul Adha (Idul Qurban)? Tentu tidak pernah dan mereka tidak akan mau. Karena ketika seorang Kristen mengucapkan Idhul Adha kepada Muslim, maka ia sudah melanggar iman mereka. Mengapa demikian?

Idhul Adha

Bagi umat Islam, Idhul Adha adalah peringatan yang merefleksikan peristiwa keikhlasan dan loyalitas Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT dengan mengikhlaskan putranya Nabi Ismail AS untuk disembelih.

Namun dalam keimanan Kristen, putra tunggal Nabi Ibrahim AS adalah Ishak AS. Bibel tidak mengakui Nabi Ismail sebagai putra nabi Ibrahim. Iman Kristen sebagai mana yang tertulis dalam Bibel menyatakan bahwa putra yang akan disembelih oleh Nabi Ibrahim adalah Ishak, bukan Ismail.

Kejadian 22:2
Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
Bahkan lebih jauh, Nabi Ismail AS yang dihormati dalam Islam sebagaimana nabi-nabi yang lainnya, namun dalam Kristen Nabi Ismail dikatakan sebagai seorang laki-laki yang perilakunya seperti keledai liar.

Kejadian 16:11-12
Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu.

Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."

Sehingga, jika seorang Kristen meng-ucapkan selamat Idhul Adha berarti ia telah mengingkari ayat-ayat dalam kitab suci mereka. Menodai keimanan mereka terhadap firman Tuhannya.

Jika ucapan Idhul Fitri tidak membawa dampak apa-apa bagi umat Kristen, tapi justru menguntungkan mereka. Namun ucapan Idhul Adha justru akan sangat membahayakan iman/aqidah mereka. Dan hingga saat ini mereka sangat konsisten mempertahankan iman mereka.

Pertanyaannya, mengapa kita sebagai Muslim harus mempertaruhkan atau bahkan menggadaikan aqidah kita dengan mengucap 'Selamat Natal' atas dalih toleransi? Ini bukan toleransi, tapi pemerkosaan aqidah.

Undangan Kajian Masjid Sunda Kelapa

UNDANGAN
Kajian "Inikah Toleransi?"
bersama Hj. Irena Handono

Jum'at, 12 Desember 2014
Pukul 18.30 - 21.00 WIB
Bertempat di Masjid Agung Sunda Kelapa 

Info : Dede (081 2966 34089)
Acara ini GRATIS, Terbuka untuk UMUM 

 

Jumat, 05 Desember 2014

Undangan Kajian Hijabers Community


 Hadirilah Pengajian Desember Hijaber Community 
Bersama Hj. Irena Handono

"Menggapai Hidayah Allah"

Pada:
Hari: Sabtu
Tanggal: 06 Desember 2014
Jam: 09.30-Selesai
Bertempat di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia (Jl. Budi Kemuliaan. Kebon Sirih, Jakpus)

*Muslimah only
**Free HTM & free snack untuk 100 orang pertama

Senin, 01 Desember 2014

Update :: Koleksi Terbaru Buku dan VCD Tausyiah Hj. Irena Handono


Mari mengoleksi buku, DVD dan VCD karya Ummi Irena Handono!

1. Membunuh Dengan Tersenyum (IDR 65.000)
2. Perbandingan Islam Dan Kristen (IDR 60.000)
3. Waspadai Pemurtadan (IDR 42.000)
4. Bibel Bukan Injil (IDR 28.000)
5. Mata Air Syahadat Untuk Negeriku (Umi Irena sebagai pengantar, IDR 85.000)
6. Dahsyatnya Shalat Tuma'ninah (Umi Irena sebagai pengantar, IDR 32.000)

7. DVD Aku Kamu Cinta & Pergaulan (IDR 50.000)
8. VCD Nabi SAW Bukan Pedofil (IDR 15.000)
9. VCD Adakah Terorisme Dalam al-Quran Dan Bibel (IDR 15.000)
10. VCD Menyingkap Fitnah Dan Teror (IDR 15.000)
11. VCD Islam Rahmatan Lil Alamin (IDR 15.000)
12. VCD Kebangkitan Ummat (IDR 15.000)

Dengan cara pemesanan: Nama lengkap_alamat lengkap_No HP_Judul buku/DVD/VCD yang dipesan ke nomor 0857 2588 4599 atau pin BBM 51A07358


Sabtu, 29 November 2014

Umrah Bersama Hj. Irena Handono


Mari, Umrah bersama Hj. Irena Handono di Awal Tahun 2015
15 - 23 Januari 2015


وأتموا الحج والعمرة الله
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah: 196)

Paket Umroh Gold 9 hari (15 - 23 Januari 2015)

 Price:
● Double $ 2.575 

● Triple $ 2.475 
● Quard $ 2.375

Fasilitas: 

● Penerbangan by Qatar Airways, Landing Madinah (pp).
● Hotel *5 @Madinah: Al Saha/Golden Ansor, jarak ±50m dari Pintu 25 Masjid Nabawi.
Hotel *5 @Makkah: Haneen Firdaus, jarak ±150m dari Masjidil Haram.

 ● Bus AC Mercedez selama berziarah.
 

Include:
Visa, Airport tax, Tiket PP, Bus AC, Hotel Bintang 5, Makan 3x sehari, Air Zamzam 10 ltr, Perlengkapan (koper 22", tas paspor, tas sendal, seragam batik @2m, Kain Ihrom/Mukena, Buku Panduan Perjalanan Umroh dan Buku Doa), Manasik. 


Exclude:
Surat mahrom Rp. 350 ribu (bagi wanita yang bepergian sendiri dengan usia di atas 45 tahun, Vaksin Meningitis Kolektif Rp. 375 ribu (Saat Manasik di Rumah Ustadzah Hj.Irena Handono).
 


Info lebih lanjut hubungi:
021 888 555 62 (IRENA CENTER)
0816 93 9494 (Anna)

Kajian Kristologi di Sentul bersama Hj. Irena Handono





Mari bergabung, bentengi aqidah kita sekarang juga!

Kajian Pembentengan Aqidah (Kristologi) bersama Hj. Irena Handono, in syaa Allah akan diselenggarakan secara intensif 16 jam dalam waktu 2 hari yakni dari tanggal 26 Desember 2014 jam 09.00 WIB sampai 27 Desember 2014 jam 16.00 WIB. Kajian akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Mualafah, Sentul-Bogor. (Hanya 50 peserta)

Syarat: kirim foto / scan KTP Asli/ fotokopi KTP ke akun BBM kami atau e-mail kami di irenacenter.ic@gmail.com

Pendaftaran hubungi No. Telp (021) 888 555 62/ HP 0857 7174 0333/ pin BB 260c162e

Infaq berlaku (besaran infaq silahkan hubungi No. Telp/HP/BBM di atas, batas pembayaran infaq tanggal 15 Desember 2014)

Jazakumullah..

*kajian ini hanya untuk Muslim dan Muslimah*