irenacenter.com

irenacenter.com

Selasa, 13 Januari 2015

Benarkah Ummat Islam Menyembah Ka'bah?

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته




Fitnah demi fitnah, seolah meluncur tanpa batas, dan terus menerpa ummat Islam. Kemuliaan risalah yang dibawa Rasulullah Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam ini seolah menjadi ancaman bagi segolongan kaum yang membenci dan merasa tertekan.

Salah satu fitnah keji yang dilontarkan adalah, ummat Islam, setiap kali shalat, sama artinya dengan menyembah Ka'bah. Na'udzubillah. Mari kita telaah. 

Perlu diingat bahwa Ka'bah adalah kiblat, yaitu arah di mana Muslim menghadap ketika mengerjakan shalat. Dalam hal ini perlu digarisbawahi bahwa Muslim menghadap Ka'bah ketika mengerjakan shalat bukan berarti bahwa mereka menyembah Ka'bah. Muslim tidak menyembah sesuatu pun selain Allah SWT. Hal ini sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur'an Suratul Baqarah ayat 144.

Seperti misalnya, jika umat Islam ingin mengerjakan shalat, maka kemungkinan sebagian dari mereka akan mengerjakan shalat ke arah utara, sedang yang lain ke arah selatan. Maka untuk mempersatukan ummat Islam dalam mengerjakan shalat menyembah Allah SWT, maka ummat Islam di manapun mereka tinggal, diperintah untuk menghadap hanya pada satu arah yaitu menghadap kiblat. Jika sebagian ummat Muslim hidup di sebelah barat Ka'bah maka akan menghadap ke arah timur, demikian pula sebaliknya.

Satu hal yang perlu diingat bahwa Ka'bah terletak di tengah peta dunia. Peta pertama yang dibuat oleh umat Islam digambar dengan penunjuk arah selatan menghadap ke atas dan arah utara menghadap ke bawah. Bangunan Ka'bah berada di tengah-tengahnya. Kemudian para pembuat peta dari Barat menggambar peta dunia dengan terbalik, di mana arah utara menghadap ke atas dan arah selatan menghadap ke bawah. Alhamdulillah, sampai saat ini Ka'bah tetap berada di tengah-tengah peta dunia.

Kemudian Tawaf. Tawaf menunjukkan adanya Tuhan yang satu. Ketika ummat Islam mengunjungi Masjidil Haram di Mekkah, mereka melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah, hal ini menunjukkan keimanan dan menyembah Tuhan yang satu (Allah SWT) karena setiap putaran memiliki satu titik pusat, maka hanya ada satu Tuhan yang patut disembah yaitu Allah SWT.

Kemudian mengenai batu hitam yang disebut Hajar Aswad. Berdasar pada Shahih Bukhari, bagian 2 dalam Kitab Haji bab 56 Hadits ke 675, Umar berkata, ''Saya tahu engkau hanya sebuah batu yang tidak bermanfaat dan tidak merugikan. Jika aku tidak melihat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam (Muhammad
Shalallahu 'Alaihi Wassalam ) menyentuh (dan mencium) kamu, maka aku tidak akan pernah menyentuh (dan mencium) kamu."

Pada zaman Rasulullah, orang Islam berdiri di atas Ka'bah dan mengumandangkan adzan atau panggilan shalat. Seseorang yang menyatakan bahwa Muslim menyembah Ka'bah boleh bertanya, ''penyembah berhala manakah yang berdiri di atas berhala yang disembahnya?''

 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hj. Irena Handono

2 komentar:

  1. Alhamdulillah..., syukron atas penjelasan terhadap ka'bah Umi, satu lagi Umi bukti bahwa Ka'bah dan Hajar Aswat itu bukan yang disembah oleh Ummah,
    Rasulullah SAW pernah melakukan shalat di dalam Ka'bah seperti pada Hadits Abu Daud dan Imam Darimi berikut ini.

    حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ أَبِي الْحَجَّاجِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ مَكَّةَ أَبَى أَنْ يَدْخُلَ الْبَيْتَ وَفِيهِ الْآلِهَةُ فَأَمَرَ بِهَا فَأُخْرِجَتْ قَالَ فَأُخْرِجَ صُورَةُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَعِيلَ وَفِي أَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمُوا مَا اسْتَقْسَمَا بِهَا قَطُّ قَالَ ثُمَّ دَخَلَ الْبَيْتَ فَكَبَّرَ فِي نَوَاحِيهِ وَفِي زَوَايَاهُ ثُمَّ خَرَجَ وَلَمْ يُصَلِّ فِيهِ

    beliau menolak untuk masuk ke Ka'bah selama di dalamnya masih terdapat patung-patung yg disembah, maka beliau memerintahkan untuk mengeluarkan patung-patung tersebut, maka dikeluarkanlah patung-patung tersebut. Ibnu Abbas berkata; kemudian dikeluarkanlah patung berbentuk Nabi Ibrahim & Ismail yg di tangan kedua patung tersebut terdapat anak-anak panah. Kemudian Rasulullah shlallallahu 'alaihi wa sallam berkata; semoga Allah memerangi mereka (orang musyrikin)! Demi Allah, sesungguhnya mereka (orang-orang musyrik) mengetahui bahwasanya mereka berdua tak pernah mengundi nasib dengannya. Kemudian beliau masuk ke dalam ka'bah & mengucapkan takbir pada penjuru-penjuru serta pojok-pojoknya, kemudian beliau keluar & melakukan shalat di luar Ka'bah. [HR. Abudaud No.1732].

    حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ وَرَدِيفُهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَأَنَاخَ فِي أَصْلِ الْكَعْبَةِ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ وَسَعَى النَّاسُ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِلَالٌ وَأُسَامَةُ فَقُلْتُ لِبِلَالٍ مِنْ وَرَاءِ الْبَابِ أَيْنَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَيْتَ هُوَ وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ وَبِلَالٌ وَعُثْمَانُ بْنُ طَلْحَةَ الْحَجَبِيُّ فَذَكَرَ نَحْوَهُ

    Rasulullah memasuki Makkah sedangkan Usamah bin Zaid membonceng beliau. Kemudian beliau menambatkan untanya di pondasi Ka'bah. Ibnu Umar berkata; Sementara orang-orang melakukan sa'i, lalu Nabi , Bilal & Usamah masuk ke dalam Ka'bah. aku bertanya kepada Bilal dari belakang pintu; Di manakah Rasulullah mengerjakan shalat?
    Bilal menjawab; Diantara dua tiang. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Abdullah bin Yunus telah menceritakan kepada kami Laits dari Ibnu Syihab dari Salim dari Abdullah bahwa ia berkata; Rasulullah memasuki Ka'bah bersama Usamah bin Zaid, Bilal & Utsman bin Thalhah Al Hajabi, kemudian ia menyebutkan seperti di atas. [HR. Darimi No.1792].

    Pada Hadits itu Nabi SAW, tidak mau shalat didalam Ka'bah sebelum patung-patung yang ada didalamnya dikeluarkan dan dihancurkan. Wassalamu'alaikum wr wb

    BalasHapus
  2. Sebelum nabi Muhammad Ka'abah sdh menjadi tempat orang arab pagan berziarah..sebab di dlm tenda itu tedapat patung2 dewa dan dewi kaum arab pagan.
    Sebab nabi Muhammad oleh yahudi dilarang bersembahnyang mengadap Yerusalem maka Mekkah dimana adanya Kaaba itu menjadi pusat untuk umat Islam.
    Pada permulaan tawaf itu dilakukan bersama org arab pagan..

    Narrated Abu Huraira: "On the Day of Nahr (10th of Dhul-Hijja, in the year prior to the last Hajj of the Prophet when Abu Bakr was the leader of the pilgrims in that Hajj) Abu Bakr sent me along with other announcers to Mina to make a public announcement: "No pagan is allowed to perform Hajj after this year and no naked person is allowed to perform the Tawaf (going around) around the Ka'ba (the black cube building in Mecca). Then Allah's Apostle sent 'All to read out the Surat Bara'a (At-Tauba) to the people; so he made the announcement along with us on the day of Nahr in Mina: "No pagan is allowed to perform Hajj after this year and no naked person is allowed to perform the Tawaf around the Ka'ba." (Translation of Sahih Bukhari, Volume 1, Book 8, Number 365)"

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.