Kamis, 22 September 2016

RILIS PERS IRENA CENTER: AKUN SOSMED USTAZAH IRENA HANDONO DIPALSUKAN

RILIS PERS IRENA CENTER: AKUN SOSMED USTAZAH IRENA HANDONO DIPALSUKAN

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum wrwb. Puji syukur kepada Allah SWT. Shalawat serta salam kita haturkan pada Nabi junjungan kita Muhammad saw, keluarga, sahabat serta ummat nya hingga akhir zaman.

Akun Twitter Umi Hj.Irena Handono dipalsukan. Manajemen Irena Center mendapat informasi mengenai pemalsuan tersebut kemarin 20/9/2016 dari salah seorang netizen yang dikirimkan melalui WhatsApp kami untuk meminta klarifikasi.

Akun palsu tersebut memiliki username @ummi_lrena (huruf L kecil), sekilas memang seperti huruf ‘i’. Menggunakan DP foto Umi dan gambar background foto kegiatan Umi. Sedangkan Akun ASLI milik Umi Hj.Irena Handono adalah @ummi_irena. Akun palsu hanya memiliki 84 follower, sedangkan akun asli memiliki 66.400 follower.

Pada akun palsu tersebut diatas username tertulis "DKI butuh Ahok", sedangkan pada akun asli tertulis "Irena Handono".

Setelah penyelidikan tim Irena Center lebih lanjut, kami menemukan fakta al:

• Akun Twitter palsu yang mengatas namakan Umi Irena Handono telah dibuat sejak 23/3/2014 yang beraktifitas hingga 10/7/2015.

• Menurut Tim IT Irena Center saat itu keberadaan akun Palsu sudah diketahui dan telah diwaspadai. Dan belum ada tulisan "DKI butuh Ahok".

• Pada 23/3/2014 akun palsu menghasut netizen dengan memposting kalimat "Alhamdulillah, akun @Irena_Handono sudah tersuspend. Akun yang masih membingungkan adalah @ummi_irena, astaghfirullah". Padahal akun @ummi_irena adalah akun asli.

• Pada tanggal yang sama 23/3/2014 akun palsu membuat fitnah dengan memposting kalimat, “Sibuk? Alhamdulillaah, banyak undangan dakwah dengan ceramah2 membawa SARA biar seru dan umi bisa makan lewat dakwah2 SARA! Subhahanallah”

• Pada 10/7/2015 membuat postingan terakhir.

• Dan tanggal 19/9/2016 akun palsu mulai beraktifitas kembali dengan mencantumkan kalimat "DKI butuh Ahok". Membuat posting-posting dan komen yang meng-add ('@') netizen. “Assalamualaikum adinda @indrawan_x mari sukseskan pilgub DKI”.

• Pada tanggal 20/9/2016 akun palsu membuat postingan yang meng-add nama Bpk.Prof.Yusril Ihza Mahendra di akun twitter nya @Yusrilihza_Mhd.

• Terjadi kegaduhan, kami menerima banyak permintaan konfirmasi atas kebenaran Akun "DKI butuh Ahok" yang mengatas namakan Umi Irena Handono. Permintaan konfirmasi tersebut melalui jalur pribadi WA dan Facebook.

• Situs berita www.islamedia.id yang melihat aktivitas pemalsuan ini segera membuat berita dan diposting di dunia maya dengan alamat link, sbb: http://islamedia.id/halalkan-segala-cara-pendukung-ahok-fi…/

• Media lain yang memposting berita pemalsuan ini al: www.suaranews.com

• Tanggal 20/9/2016, sekitar pk.22.00WIB lebih, akun palsu @ummi_lrena telah merubah nama menjadi @ummi_irenna. Merubah foto DP dan merubah gambar background.

Perlu kami sampaikan secara tegas bahwa Umi Irena Handono dan Yayasan IRENA CENTER, MENOLAK PEMIMPIN KAFIR untuk menjadi pemimpin bagi umat Islam.

Hal ini sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Quran:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?" (QS. 4. An-Nisaa' : 144)

Maka, akun Twitter @ummi_lrena (huruf L kecil) alias @ummi_irenna adalah akun PALSU yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan membuat Perpecahan di kalangan Ummat Islam di Indonesia.

Apa yang disampaikan Umi Irena Handono sangat jelas dan tegas: “Hendaknya umat Islam senantiasa merajut ukhuwah, menghindari pecah-belah atau adu-domba musuh-musuh Islam. Dan bersama menegakkan Syariat Islam secara Kaffah. Hanya ISLAM saja yang mampu mengantarkan umat pada Peradaban yang Mulia.”

Demikian, pers relese ini kami buat.

Bekasi, 21 September 2016

Sally Setianingsih - Sekretaris Yayasan
Hj.Navitri - Ketua Yayasan

Mengetahui,
Umi Hj.Irena Handono - Pendiri Yayasan IRENA CENTER



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.